Pemprov Tanda Tangani “Komitmen 30:30”

0
sumber foto: http://jaknews.co.id/wp-content/uploads/2016/08/ahok-gugat-uu-pilkada.jpg

JAKNEWS, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani komitmen untuk mengurangi konsumsi energi, air dan emisi CO2 dari setiap bangunan gedung di Jakarta hingga 30 persen pada 2030, atau yang lebih dikenal dengan “Komitmen 30:30”.

Komitmen tersebut merupakan kelanjutan dari Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau yang pertama di Indonesia dan Asia Pasifik.

“Penandatanganan komitmen ini mengukuhkan posisi Pemprov DKI sebagai Center of Excellence untuk bangunan hijau dan penanganan perubahan iklim secara serius,” kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut dia, tercatat dalam kurun waktu tiga tahun, lebih dari 260 gedung dengan total luas hampir 15 juta meter persegi di wilayah DKI Jakarta telah mematuhi aturan yang tertuang di dalam Pergub Nomor 38 Tahun 2012 itu.

“Angka itu setara dengan total potensi pengurangan efek gas rumah kaca yang mencapai 605.000 metrik ton per tahun, potensi penghematan energi lebih dari 850.000 MWh/tahun dan penghematan listrik hingga 68,3 juta Dolar AS,” ujar Basuki.

Dalam mengimplementasikan Komitmen 30:30, Pemprov DKI didukung oleh International Finance Corporation (IFC). Sebagai anggota Kelompok Bank Dunia, IFC telah mendukung Pemprov DKI sejak 2011 melalui Indonesia Green Building Project.

“Dibutuhkan kerja sama dari banyak pihak untuk mencapai Komitmen 30:30. Dengan dukungan IFC, kami menyediakan berbagai perangkat praktis, sehingga mempermudah penerapan standar bangunan gedung hijau di Jakarta,” tutur Basuki.

Sementara itu, Country Manager IFC Azam Khan menuturkan hingga sepertiga dari konsumsi energi dan air yang dipakai gedung-gedung di Indonesia, termasuk di Jakarta, dapat dikurangi melalui desain dan pengelolaan yang lebih baik.

“Langkah yang diambil Pemprov DKI tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga membuka peluang bagi swasta untuk mengembangkan infrastruktur perumahan dan gedung yang ramah lingkungan,” ungkap Azam.

Pada kesempatan yang sama, diluncurkan pula “Grand Design Implementasi Bangunan Gedung Hijau Jakarta” yang akan dijadikan referensi utama dan dasar bagi para pemangku kepentingan dalam bersinergi untuk mencapai Komitmen 30:30.

TINGGALKAN KOMENTAR