Home / kliping / Menghirup Oksigen dari 5 Bangunan Berkonsep Hijau

Menghirup Oksigen dari 5 Bangunan Berkonsep Hijau

KOMPAS.com – Bangunan dengan rimbun pepohonan bukan merupakan hal baru pada masa ini. Mengintegrasikan tanaman ke dalam desain suatu bangunan sedang menjadi tren, bahkan diprediksi menjadi model bangunan pada masa mendatang.

Dengan mengintegrasikan tanaman ke dalam rancangan bangunan, memberikan banyak manfaat. Seperti menghasilkan oksigen segar, mengurangi polusi dan juga memberikan pengaruh dalam mendinginkan suhu lingkungan. Beberapa bangunan di bawah ini bahkan sukses menggabungkan taman bahkan kebun, bahkan sukses menciptakan ekosistem buatan ke dalam rancangannya.

Willis Faber and Dumas Headquarters

Bangunan ini merupakan contoh bangunan perintis yang mulai menerapkan standar hemat energi yang kini marak digunakan pada gedung-gedung modern.(www.arch2o.com)

Willis Faber and Dumas Headquarters atau Willis Building di Ipswich, Inggris, merupakan bangunan pertama yang mengintegrasikan konsep tanaman di dalam bangunan. Dibangun pada tahun 1975, gedung ini dirancang oleh Sir Norman Foster.

Bangunan ini merupakan contoh bangunan perintis yang mulai menerapkan standar hemat energi yang kini marak digunakan pada gedung-gedung modern. Atap rumput juga dipenuhi dengan rumput sehingga mampu menangkal panas.

Menyadari inovasi ini, selama bertahun-tahun Willis Building telah menerima penghargaan sebagai bangunan ramah energi.

ACROS

Dibuka pada tahun 1995, bangunan ini menjadi pusat kebudayaan di pusat kota Fukuoka, Jepang.(www.greenroofs.com)

Asian Crossroads Over the Sea (ACROS) Fukuoka Prefectural International Hall merupakan contoh terbaik dari integrasi tanaman ke dalam bangunan. Dibuka pada tahun 1995, bangunan ini menjadi pusat kebudayaan di pusat kota Fukuoka, Jepang.

Bangunan 14 lantai ini dirancang oleh Emilio Ambasz. Bagian atap bangunan dirancang secara berundak dan memiliki kebun yang diisi oleh berbagai jenis tanaman. Bangunan ini menampung lahan hijau dengan luas 100.000 meter persegi di 15 teras bangunan.

Kebun ini terdiri dari 50.000 tanaman dari 120 spesies yang berbeda. ACROS Fukuoka merupakan salah satu solusi masalah perkotaan dengan memanfaatkan setiap lahan yang tersedia sebagai ruang terbuka.

Parkroyal on Pickering

PARKROYAL on Pickering memang dirancang sebagai hotel sekaligus perkantoran di dalam kebun. (www.archdaily.com)

Firma arsitektur WOHA yang berfokus pada pembangunan gedung hijau. Parkroyal on Pickering memang dirancang sebagai hotel sekaligus perkantoran di dalam kebun.

Hotel yang selesai dibangun pada tahun 2013 ini menawarkan pemandangan hijau di sepanjang teras. Penghijauan di dalam gedung terlihat dari bentuk bangunan yang menyerupai lembah, lengkap dengan tanaman, parit, dan air terjun.

Dibangun di atas lahan seluas 7.500 meter persegi, Parkroyal on Pickering tak hanya menawarkan suasana kebun hijau di dalam bangunan, namun juga memperkuat citra Singapura sebagai kota taman. Bangunan ini dirancang memaksimalkan sumber daya yang ada. Salah satunya adalah dengan menampung air hujan yang digunakan untuk menyiram tanaman di lantai teratas. Air ini digunakan untuk menyirami tanaman tanpa harus menghidupkan pompa.

Bosco Verticale

Berdiri setinggi 112 dan 80 meter, gedung ini memiliki 480 tanaman berukuran besar dan sedang, serta 300 tanaman berukuran kecil. (www.archdaily.com)

Menara kembar Bosco Verticale merupakan bangunan yang sukses mengintegrasikan tanamahan hijau ke seluruh lantai gedung. Bangunan ini menyediakan keanekaragaman hayati dengan menggunakan berbagai jenis tanaman dan semak belukar.

Berdiri setinggi 112 dan 80 meter di tengah Kota Milan, gedung ini dilengkapi dengan 480 buah tanaman berukuran besar dan sedang, serta 300 buah tanaman berukuran kecil. Selain itu, taman di gedung ini juga dilengkapi dengan habitat burung dan serangga, sehingga menciptakan ekosistem taman yang lengkap.

Keragaman tumbuhan di bangunan ini menciptakan iklim mikro yang menghasilkan kelembaban, menyerap karbon dioksida beserta partikelnya, menghasilkan oksigen, serta melindungi dari radiasi dan polusi. Untuk menjaga tanaman dan pohon tidak jatuh terhempas angin, vegetasi di gedung ini ditambatkan menggunakan kawat baja.

Luas taman Bosco Verticale yang juga berarti taman vertikal ini setara dengan 1.500 sampai 20.000 meter persegi luas hutan dan semak belukar.

Oasia Hotel Downtown

Oasia Hotel dilengkapi dengan 21 jenis tanaman merambat yang menyediakan makanan bagi burung dan serangga di sekitarnya.(www.skyscrapercenter.com)

Oasia Hotel Downtown Singapore juga mengikuti jejak ParkroyalL dalam membangun gedung ramah lingkungan. Menariknya, gedung ini juga dirancang oleh firma arsitektur yang sama, WOHA.

Bangunan hotel ini memiliki fasad berwarna merah yang dihiasi dengan berbagai jenis tanaman. Gedung setinggi 27 lantai ini dilengkapi dengan tiga buah kolam renang besar dan tiga buah teras.

Untuk mempercantik tampilan, arsitek gedung ini juga menggunakan cladding alumunium. Cladding mirip teralis ini membuat tampilan bangunan menjadi lebih mencolok dibanding lingkungan sekitarnya.

Oasia Hotel dilengkapi dengan 21 jenis tanaman merambat yang menyediakan makanan bagi burung dan serangga di sekitarnya. Struktur bangunan ini bahkan pernah meraih predikat sebagai “Bangunan Terbaik di Dunia” oleh Council on Tall Buildings and Urban Habitat pada tahun 2018.

https://properti.kompas.com/read/2018/08/27/220000121/menghirup-oksigen-dari-5-bangunan-berkonsep-hijau.
Penulis : Rosiana Haryanti

Baca juga

Potret Kerja Keras Petugas Bersihkan Lautan Sampah di Teluk Jakarta

Hingga hari keenam, petugas gabungan masih berjibaku membersihkan sampah di Teluk Jakarta, Kawasan Muara Angke, …